Sayang,
Setiap malam aku berusaha mengingat-ingat apa yang salah dengan hubungan kita sehingga di akhir hubungan kita semuanya terasa hambar meski aku sudah berusaha keras untuk memperbaikinya.
Sayang masih ingat gak di awal hubungan kita aku pernah memintamu untuk mencintaiku apa adanya? Karena aku tidak bisa berargumen mengenai permintaanku itu, kamu bilang bahwa cinta itu gak ada yang apa adanya. Sejak itu aku berusaha menjadi seperti yang kamu mau kecuali hal-hal yang bisa menyamakan aku dengan mantanmu.
Aku bingung mana yang benar.. Apakah cinta yg apa adanya atau cinta yang tidak apa adanya? Aku hanya menuruti saja apa yang kamu mau..
Sayang, ingat nggak bagaimana sikapmu ketika aku tidak menuruti semua saranmu tentang apa yang harus kulakukan dalam hidupku? Ketika tidak dituruti, sikapmu padaku sungguhlah menyakitkan, ditambah lagi kehadiran mantanmu diantara kita menambah sakit perasaanku. Agar tidak menambah masalah dalam hubungan kita dan agar aku tidak merasa semakin sakit, aku rela menuruti semua yang kamu mau, aku rela melepaskan semua yang aku punya, hanya untuk dirimu.. Hanya untuk membuatmu merasa bahagia. Karena ketika kamu bahagia, aku merasa lebih bahagia dari kamu. Dan ketika kamu sedih, gusar, dan marah, akupun merasa lebih tertekan dan tidak bahagia dari kamu. Entah mengapa aku bisa begitu...
Mungkin tulisan ini terkesan sebagai pembelaan diri, biarlah.. Akupun hanya bisa mengungkapkan dari sisi aku karena aku benar2 tidak bisa menebak dirimu dan karena dirimu selalu menutup rapat tentang semua yang ada padamu.
Apakah aku mencintaimu? Dan apakah kamu mencintaiku? Entahlah.. Aku masih sulit mengerti semua ini.. Meski kamu tak pernah bisa hilang dari hati dan pikiranku, biarlah kunikmati sendiri semua perasaan ini..
No comments:
Post a Comment